Red Flower Agustus 2024 | Candalukita

Selasa, 27 Agustus 2024

Pemuja Rahasia


 

Beribu waktu aku bersembunyi,  

Merangkai kata dalam hati yang sunyi,  

Setiap tatapanmu, bagai mimpi tak bertepi,  

Terkurung dalam rasa cinta yang tak terhenti

 

Diam-diam, aku mencintaimu tanpa ragu,  

Namun takut cinta ini jadi abu,  

Maka kubiarkan saja perasaan ini tumbuh,  

Dalam diam, aku mengukir kisah tentangmu.  

 

Walau kau tak tahu apa yang kurasa,   

Cukup bagiku menikmati saat kita berjumpa,  

Meski hanya dari kejauhan aku memandang,  

Hatiku selalu bahagia, mencintaimu dalam senyuman yang tenang.

 

 ❀❀❀ 

Senin, 26 Agustus 2024

Diary 23 Agustus 2024

Setelah hampir satu bulan aku menghilang dan tidak berkabar dengan siapapun. Akhirnya hari ini, aku berhasil mengumpulkan keberanianku untuk datang ke kampusku. Siapa yang menyangka kalau akhirnya aku bakal kembali lagi ke tempat ini, yang sebelum-sebelumnya telah memantapkan diri untuk tidak lagi menginjakkan kaki ke tempat itu. Plot twistnya lagi, dua orang yang berhasil membuatku takut untuk kembali ke kampus malah menjadi dua orang pertama yang aku temui di sana. Walaupun pada akhirnya, semua yang kutakutkan ternyata tidak terjadi. Situasi di mana kita bertiga berkumpul, benar-benar membuatku diam seribu bahasa. Aku merasa menjadi orang paling bersalah di dunia ini sekaligus menjadi orang paling bodoh. Di satu sisi, ternyata di ruangan itu juga aku kembali bertemu dengan teman-teman sekelasku yang sedang mengurus berbagai hal keperluan administrasi persyaratan sidang. Jujur sebenarnya aku tidak berani bertemu dengan teman-temanku lagi, setelah tentunya membuat mereka repot dengan menghilangnya diriku. Tapi pada akhirnya aku tetap merasa bahagia juga bisa bertemu dengan mereka. Orang-orang yang telah mengisi hidupku hampir tiga tahun ini. Terlebih aku bertemu lagi dengan orang yang aku sukai sejak semester satu dulu fyi orang ini adalah orang yang sama dengan yang kuceritakan di CURHAT GIRL. Entah mengapa bertemu dengannya, membangkitkan lagi perasaan suka yang selama ini kupendam😄. Sebenarnya ingin sekali bercerita panjang lebar dengan dirinya. Tapi aku takut aku mengharapkan dirinya terlalu jauh. Aku juga diminta mengirimkan alamat rumahku karena ingin diberi buku. Tapi sampai sekarang aku belum mengirimkan karena kembali lagi tadi, aku takut karena hal-ha seperti itu membuatku mengharapkannya. Dia juga menjadi satu-satunya orang yang kuberi tahu bahwa aku pergi ke psikiater. Akhir cerita, pada akhirnya aku gagal untuk mengucapkan selamat wisuda pada diriku di November nanti😓. Walaupun aku bersikap baik-baik saja di depan semua orang, tapi jauh dalam lubuk hatiku aku merasa sedih dan marah pada diriku sendiri karena tidak bisa menikmati momen wisuda bersama teman-teman seperjuanganku.
 

Candalukita Template by Ipietoon Cute Blog Design